Ayah… jangan biarkan ibu menangis…

menangis1Di dalam sebuah keluarga ayah adalah seorang “manager” sedangkan ibu berfungsi sebagai “peran utama”nya.

Seorang ibu dengan segala kasih sayang dan perhatiannya berusaha “me-manage” agar tercipta suasana keluarga yang berbahagia di dunia dan di akhirat… baiti jannati…

Dengan “kepekaannya” seorang ibu tahu sifat / karakter anak-anaknya, karena beliau dengan “rasa”nya dapat menilai sedetil-detilnya sifat/karakter anak dan suaminya.

Kalau seorang ibu belum dapat merubah suatu kondisi tertentu yang “urgent” bukan berarti beliau tidak bertanggung jawab atau tidak melakukan tugas-tugasnya tapi karena lebih memikirkan “sesuatu” (seperti yang pernah ayah jelaskan tentang “Chaos Theory”).

Jadi ibu mohon… sebagai seorang manager… ayah tidak hanya berfungsi sebagai seorang “controlling” tapi ibu minta ayah “terjun langsung”  dan berdiskusi secara baik-baik… “do the best”

Boleh saja ayah mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh anak-anak kita… tetapi mereka masih anak-anak… yang pola berpikirnya berbeda dengan kita…

Berjanjilah pada ibu… ayah akan selalu mempercayai ibu…

Ibu memohon sekali lagi… jangan biarkan ibu menangis…

 

***********

Keluarga adalah salah satu contoh terkecil dari suatu organisasi… tulisan ini aku tulis untuk memperingati Dies Natalis UB yang ke 51

Medio, 5 Januari 2014

 

This entry was posted in Teknologi Informasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply